Pendahulaan
Tiap manusia mengalami pasang surut emosi. Terkadang berada pada puncak emosi, namun terkadang merasa sangat depresi. Gangguan ini seperti memiliki dua kutub emosi, oleh karena itu disebut gangguan bipolar (Bipolar Disorder). Gejala gangguan bipolar dapat mengganggu pekerjaan, sekolah, hubungan sosial, dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Meskipun gangguan bipolar ini bisa diobati, banyak orang tidak mengenali tanda-tanda peringatan dan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Karena gangguan bipolar cenderung memburuk tanpa pengobatan, penting untuk mengetahui apa saja gejala-gejala mirip. Mengenali masalah merupakan langkah pertama untuk mengendalikan gejala.
Gangguan bipolar (juga dikenal sebagai manik depresi) menyebabkan pergeseran serius dalam suasana hati, energi, berpikir, dan perilaku yang ekstrim (di satu sisi sangat bersemangat, di sisi lain sangat depresi). Lebih dari sekadar suasana hati yang berlangsung sekilas, gangguan bipolar dapat berlangsung berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Dan tidak seperti suasana hati biasa, perubahan suasana gangguan bipolar sangat hebat sehingga mereka mengganggu kinerja.
Selama episode manic, penderita begitu bersemangat bekerja, tidak begitu tertekan dengan tagihan utang, atau merasa cukup sehat walaupun istrihat cuma dua jam. Sedangkan selama episode depresi, penderita sangat malas bangun, penuh kebencian, putus asa, dan begitu tertekan dengan masalah social yang dialami.
Penyebab gangguan bipolar tidak sepenuhnya dipahami, tetapi sering kali terjadi dalam riwayat kesehatan keluarga (genetic). Periode pertama dari gangguan bipolar biasanya terjadi pada masa remaja atau awal dewasa. Gejala nyaris tidak diketahui karena jadi sesuatu yang biasa dirasakan dan membingungkan karena mirip dengan situasi hati. Oleh karena itu banyak orang yang mengabaikan gangguan bipolar.
Tanda dan Gejala
Tiap orang memiliki gejala yang berbeda-beda. Tiap penderita memiliki varian, tingkat keparahan, dan frekuensi yang berbeda-beda. Beberapa orang lebih rentan terhadap baik mania atau depresi, sementara yang lain bergantian antara periode manik dan depresi.
Tanda dan gejala mania
Dalam fase manic gangguan bipolar memiliki energi tinggi, kreativitas, dan euforia. Orang-orang mengalami episode manik sering berbicara sangat cepat, tidur sangat sedikit, dan hiperaktif. Penderita gangguan bipolar jenis ini merasa diri sebagai yang terkuat, tak terkalahkan, atau ditakdirkan untuk menjadi orang besar.
Meskipun gejala manik ini menyenangkan, gejala manik memiliki kecenderungan untuk lepas kendali. Sebagai contoh, penderita sering berperilaku sembrono selama episode manik: menghabiskan tabungan, terlibat dalam aktivitas seksual yang tidak pantas, atau membuat investasi bisnis hitam. Penderita juga mudah marah, agresif-berkelahi, memukul ketika orang lain tidak menyetujui rencana mereka, dan menyalahkan siapa saja yang mengkritik perilaku mereka. Beberapa orang bahkan menjadi delusional atau mulai mendengar suara-suara aneh dalam dirinya.
Tanda dan gejala mania meliputi:
* Merasa sangat “tinggi” dan optimis atau sangat mudah marah
* Tidak realistis, keyakinan muluk tentang kemampuan seseorang atau kekuasaan
* Tidur sangat sedikit, tapi merasa sangat giat
* Berbicara sangat cepat sehingga orang lain tidak dapat mengikuti
* Pikiran melompat dengan cepat dari satu ide ke depan
* Sangat mudah terganggu, tidak mampu berkonsentrasi
* Diburukkan penilaian dan impulsif
* Bertindak secara serampangan tanpa berpikir tentang konsekuensi
* Delusi dan halusinasi (pada kasus yang berat)
Tanda dan gejala depresi bipolar
Di masa lalu, depresi bipolar disamakan dengan depresi biasa. Tetapi perkembangan penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya, terutama ketika berkonsultasi dengan psikiater. Kebanyakan orang dengan depresi bipolar tidak dibantu oleh antidepresan. Bahkan, ada risiko bahwa antidepresan dapat membuat gangguan bipolar dapat memicu lebih buruk-mania atau hypomania, menyebabkan gangguan kestabilan suasana hati.
Meskipun banyak kesamaan, gejala tertentu lebih sering terjadi pada depresi bipolar daripada depresi biasa. Sebagai contoh, depresi bipolar lebih cenderung menyebabkan penderita lekas marah, rasa bersalah, tidak bisa ditebak suasana hatinya serta perasaan gelisah. Orang-orang dengan depresi bipolar juga cenderung bergerak dan berbicara pelan-pelan, tidur banyak, dan berat badan bertambah. Selain itu, mereka lebih mungkin mengembangkan depresi psikotik-suatu kondisi di mana mereka telah kehilangan kontak dengan realitas-dan mengalami cacat besar dalam pekerjaan dan fungsi sosial.
Gejala depresi bipolar meliputi:
* Merasa putus asa, sedih, atau kosong.
* Iritabilitas
* Ketidakmampuan untuk mengalami kenikmatan
* Kelelahan atau kehilangan energi
* Kelesuan fisik dan mental
* Perubahan nafsu makan atau berat badan
* Masalah tidur
* Konsentrasi dan masalah memori
* Perasaan tidak berharga atau bersalah
* Pikiran tentang kematian atau bunuh diri
Tanda dan gejala episode campuran
Gangguan bipolar campuran merupakan kombinasi antara gejala manik dan depresi. Tanda-tanda umum episode campuran termasuk gejala depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, insomnia, dan pikiran yang berubah-ubah sangat cepat. Kombinasi energi tinggi dan rendah ini membuat suasana hati yang sangat berisiko tinggi bunuh diri.
Pengobatan
Jika melihat gejala-gejala depresi bipolar pada diri sendiri atau orang lain, jangan menunggu untuk mendapatkan bantuan. Mengabaikan masalah tidak akan membuat gangguan hilang, bahkan akan bertambah buruk. Hidup dengan gangguan bipolar yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah dalam segala hal dari karir, hubungan sosial dan kesehatan. Mendiagnosis masalah sedini mungkin dan mendapatkan pengobatan yang dapat membantu mencegah komplikasi ini sangat baik untuk mengatasi gangguan ini. Jika enggan untuk mencari pengobatan karena suka dengan suasana yang dirasakan ketika sedang dalam kondisi mania, ingatlah bahwa energi dan euforia berpotensi merusak, menyakiti diri sendiri dan orang-orang sekitar.
Dasar-dasar dari pengobatan gangguan bipolar
* Gangguan Bipolar memerlukan perawatan jangka panjang. Sejak gangguan bipolar menjadi masalah kronis seperti kambuh dari penyakit yang diderita, penting untuk perawatan terus bahkan ketika penderita merasa lebih baik. Kebanyakan orang dengan gangguan bipolar memerlukan obat-obatan untuk mencegah episode baru dan tetap bebas dari gejala. Pengobatan tersebut dapat berupa:
* Obat saja biasanya tidak cukup untuk sepenuhnya mengendalikan gejala gangguan bipolar. Strategi pengobatan yang paling efektif untuk gangguan bipolar adalah dengan kombinasi obat, terapi, perubahan gaya hidup, dan dukungan sosial.
* Pengobatan juga dapat dilakukan dengan berkonsultasi dengan psikiater yang berpengalaman. Gangguan bipolar adalah suatu kondisi yang kompleks. Diagnosis bisa rumit dan perawatan seringkali sulit. Untuk alasan keamanan, obat-obatan harus dimonitor. Seorang psikiater yang terampil dalam pengobatan gangguan bipolar dapat membantu penderita menavigasi gangguan ini.
Sumber: disarikan dari beberapa sumber.
(tbs/tbs)
Gangguan Bipolar dan Manajemen terapinya
Apa itu gangguan bipolar?
- Gangguan bipolar merupakan penyakit gangguan perasaan seumur hidup, kronis, dan sangat menyengsarakan, di tandai oleh episode yang berulang baik mania maupun depresi
- Gejala-gajalanya yaitu sara sedih dan lelah yang lebih dari orang normal. Perasaan senang dan antusias, sensualitas dan seksualitas, iritabilitas dan berpacu, energi dan kreativitas yang lebih dari normal pada umumnya
Dampak dari gangguan bipolar
- Gangguan bipolar memiliki prevelensi yang tinggi dengan estimasi 3%-5%
- Angka kejadian yang sama-sama setara antara laki-laki dan wanita
- Tidak ada perbedaan signifikan atas dasar suku atau etnis
- Awal mula penyakit antara 15 tahun sampai 24 tahun, tetapi diagnosa yang akurat di perlukan 5 sampai 10 tahun
- 1/3 pasien penderita gangguan bipolar ini ada usaha untuk melakukan bunuh diri dan 10%-15%-nya berhasil bunuh diri
- Laju kekambuhannya mencapai angka 90%
- Beban ekonomi yang sangat tinggi.
Pasien gangguan bipolar hampir separuh hidupnya mengalami gejala-gejala
Kebutuhan dan keterbatasan terapi saat ini pada gangguan bipolar
v Adanya kebutuhan akan preparat mood stabiliser yang dapat memberikan terapi depresiasi
v Keterbatasan dari terapi pada saat ini meliputi
- munculnya EPS dan tardive dyskinesia, penambahan berat badan yang berlebihan, dan penurunan kemampuan kognitif umumnya ada pada kebanyakan antipsikotik
- Banyak pasien tidak merasakan adanya menfaat dari penggunaan mood stabiliser ini dalam periode jangka panjang
Definisi dan klasifikasi gangguan bipolar
- Gangguan bipolar adalah suatu penyakit yang di tandai adanya dua buah kutub perasaan : manik dan depresiasi
- Perubahan perasaan ini atau di sebut episode dapat bertahan selama bebrapa jam, hari, minggu atau bahkan beberapa bulan.
- Berdasarkan kriteria diagnosa, ada beberapa tipe gangguan bipolar yaitu:
- Gangguan bipolar tipe I
- Gangguan bipolar tipe II
- Cyclothymia
- Gangguan bipolar tidak spesifik (NOS)
Macam-macam tipe gangguan bipolar
ü Gangguan bipolar tipe I
≥ 1 episode manik atau bercampur yang berat
ü Gangguan bipolar tipe II
≥ 1 episode depresiasi yang berat di ikuti adanya episode hipomanik (tidak sampai episode manik seluruhnya)
ü Cyclothymia
beberapa periode hipomanik dan gejala depresiasi selama ≥ 2 tahun (tidak pernah episode depresiasi mayor atau episode manik)
ü Gangguan bipolar dengan perubahan yang cepat (Rapid Cycling) empat episode atau lebih selama periode 12 bulan
ü Gangguan bipolar tidak spesifik
beberapa gejala klinis tidak memenuhi ketentuan gangguan bipolar spesifik tertentu, misalnya gangguan bipolar yang muncul akibat kondisi suatu terapi pengobatan
Sekilas tentang diagnosa dan penilaian
- Diagnosa yang tepat dan akurat memerlukan waktu hingga 10 tahun
- Kesalahan diagnosa sangat umum
- Beberapa instrumen pengukuran psikiatri di gunakan dalam penilaian berat ringannya gangguan
Diagnosa
v Adanya tanda-tanda utama dan gejala-gajala yang khasnya yaitu manik dan depresiasi
v Diagnosa memerlukan waktu hingga 10 tahun
v Kesalahan diagnosa umum terjadi
v 1 dari 3 pasien pernah mengalami kesalahan diagnosa dan sebelumnya datang ke 4 dokter sebelum diagnosanya di tegakkan secara benar.
Tantangan dalam diagnosa gangguan bipolar
- Gejala-gejal yang ada sering kali tumpang tindih dengan gangguan/penyakit lain sehingga mengakibatkan kesalahan diagnosa
- Pasien menolak dikatakan sakit
- Kondisi adanya penyakit penyerta, misalnya gangguan cemas, gangguan pola makan, penggunaan zat-zat psikotropika
- Kejadian pada anak-anak dan remaja (adanya faktor kesalahan diagnosa dan stigma)
Gangguan bipolar: tidak dikenali dan di diagnosa yang lain
Kejadian salah Diagnosa pada Gangguan Bipolar
Instrume psikiatrik yang digunakan
-Young Mania Rating Scale (YMRS)
-Mongomery Asberg Depresion Rating Scale (MADRS)
-Hamilton Rating Scale for Depression (HAM-D)
-Hamilton Rating Scale for Anxxiety (HAM-A)
-The Clinical Global Impression scale (CGI) yang dimodifikasi untuk digunakan pada gangguan bipolar (CGI-BP)
Sekilas tentang bipolar mania:
- Gejala manic dapat dikategorikan sebagai gangguan afektif (berkenan dengan emosi atau perasaan), kognitif (meliputi secara keseluruhan aspek kognitif, penilaian, memori dan penjelasan), fisik (perubahan nafsu makan atau energi) dan psikotik (khususnya pada kondisi manic atau depresi yang lebih berat).
- Perasaan mudah tersinggung (iritabilitas) merupakan gejala kunci pada semua episode gangguan bipolar, baik pada manic, campuran, maujpun depresi).
- Gejala-gejala hipomanik sama seperti manic tetapi lebih ringan dalam hal intensitasnya.
Ciri Hipomanik:
- Hipomanik merupakan komponen penting dari gangguan bipolar tipe II dan gangguan cyclothimic.
- Suatu periode berbeda dari perasaan yang naik, ekspansif, atau mudah tersinggung, yang bertahan selama 4 hari.
- Selam periode munculnya gangguan perasaan tadi, setidaknya 3 dari gejala manic akan tetap ada dan menonjol.
Ciri-ciri Bipolar Depresi
- Bipolar depresi dikaitkan dengan gejala-gejala afektif, kognitif dan fisik seperti perasaan sedih, ide untuk melakukan bunuh diri, dan kurangnya tenaga (energi).
- Gejala-gejala gangguan Bipolar depresi ini bisa sangat bervariasi dari depresi yang ringan hingga berat.
- Perasaan mudah tersinggung merupakan gejala kunci dari gangguan bipolar termasuk di dalamnya adalah fase depresi.
- Gejala-gejala psikotik dapat muncul pada gangguan bipolar depresi.
- Gejala-gejala depesi bertahan lebih lama dibandingkan manik.
- Pasien umumnya datang atau berobat ke dokter pada periode episode depresi berat.
GANGGUAN kejiwaan banyak ditemui di tengah masyarakat, mulai ringan hingga berat. Berbagai penelitian pun dilakukan untuk mencari penanganan yang tepat. Salah satu masalah kejiwaan yang masih kurang dipahami masyarakat adalah gangguan bipolar. Gangguan ini berupa perubahan mood dalam tempo singkat, kadang sedih, gembira, dan kecewa. Gangguan bipolar dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori yaitu bipolar I, II, campuran dan siklotimik.
Gangguan bipolar I merupakan gangguan bipolar yang paling umum terjadi. Kondisi ini dihubungkan dengan satu atau lebih episode manik. Gangguan bipolar I lebih banyak episode manik daripada depresi.
Adapun gangguan bipolar II merupakan kondisi yang diasosiasikan dengan satu atau lebih episode depresi. Gangguan tipe ini lebih banyak mengalami episode depresi.
Berbeda dengan gangguan bipolar II, gangguan bipolar campuran antara episode depresi dan episode manik tidak ada aturan. Bisa muncul episode manik terlebih dahulu atau episode depresi dahulu.
Adapun tipe siklotimik merupakan perubahan antara episode depresi dan manik yang berubah cepat sekali dan perubahan mood yang tiba-tiba.
Tantangan dalam gangguan bipolar
Gangguan bipolar akan berdampak dalam semua aspek kehidupan. Mereka yang tidak mendapat perawatan yang tepat akan sering bertengkar dengan pasangan, prestasi buruk di sekolah, kehilangan pekerjaan, penggunaan alkohol, bahkan tebersit ide atau usaha bunuh diri.
“Jika episode depresi sudah sangat ekstrem, mereka akan mempunyai pikiran tentang kematian atau bunuh diri. Episode ini biasanya tidak dikenali lingkungan sekitarnya,” kata psikiater dari Sanatorium Dharmawangsa dr A Kusumawardhani SpKJ.
Sekilas tentang dampak personal dan social ekonomi dari gangguan bipolar
- Salah satu yang menyrbabkan ketidakmampuan mengerjakn sesuatu (disability)
- Berdampak pada pekerja individu dan hubungan social yang serius
- Dikaitkan dengan stigma sosial
- Adanya resiko bunuh diri
Bunuh diri dan gangguan bipolar.
Resiko bunuh diri pada pasien dengan ganguan bipolar ternyata 20% lebihbeasr dibandingkan populasi secara umum, terdapat beberapa faktor resiko untuk melakukan bunuh diri.Pasien Bipolar 25%-50% pasien dengan ganguan Bipolar setidaknya pernah mencoba bunuh diri sekali dalam hidup mereka dan pasien yang megalami percobaan bunuh diri mengalami perjalanan penyakit yang berat.
Menagemen risiko bunuh diri pada gangguan bipolar
Kenali dengan benar fase depresi gangguan Bipolar,direkomendasikan untuk melakukan tambahan penilian risikoyang lebih lengkap,dan berkelanjutan dan mempertimbagkan faktor-faktor resiko yang mendorong pasien untuk melakukan bunuh diri.yaiti
- Penyalahgunaan zat dan alkohol
- Adanya riwayat keluarga yang meninggal bunuh diri
- Perubahan yang cepat
- Adanya riwayat pernah dirawat karena depresi.
Beberapa hal yang harus dibayar karena ketidakpatuhan terhadap terapi
Merupakan penyebab utama kekambuhan dan meningkatkan resiko kembali masuk rumah sakit, lebih lanjut meningkatkan biaya terapi.Obat-obat yang memiliki efikasi yag baik dan ditoleransi baik oleh pasien sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi dan menguragi resiko beban ekonomi dan keluarga akibat gangguan bipolar
Sekilas tentang terapi gangguan Bipolar
Untuk berhasil dalam mengendalikan gangguan bipolar diperlikan terapi yang efektif baik manik dan depresi dan mencegah terjadinya kekambuahan.Sampai saat ini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan gangguan Bipolar tersebut .Belum ada preparat yang dikatakan efektif pada semua fase penyakit dan pada semua pasien Sejumlah modalitas terapi untuk gangguan Bipolar yang sampai sekarang masih digunakan,baik monoterapi maupun dikombinasikan. Yaitu :
Terapi Fermakoterrpi, Psikoterapi,dan Terapi electro-konvulsif atau lebihdikenal ECT Terapi Farmakologi dan Psikososial Untuk mengatasi gangguan bipolar, berbagai upaya penyembuhan dapat dilakukan antara lain terapi farmakoterpi (dengan obat-obatan) dan terapi psikososial. Kedua upaya ini harus saling melengkapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
“Terapi psikososial untuk gangguan bipolar bukan terapi alternatif, melainkan suatu suplemen,” ujar Profesor Myrna M Weissman dari Columbia University.
Terapi Sinar
Selain itu, ada metode lain, yakni dengan terapi sinar. Sebuah studi terbaru mengungkapkan terapi sinar dapat mengurangi gejala depresi pada wanita dengan gangguan bipolar.Terapi sinar merupakan salah satu jalan untuk mengurangi depresi karena musim dingin. Meski demikian, terapi sinar efektif diberikan pada penderita depresi dan tidak tergantung pada musim.
Penelitian terhadap gangguan bipolar yang dipublikasikan dalam sebuah jurnal kesehatan mengungkapkan, manfaat terapis inar ini juga dirasakan pada penderita gangguan bipolar, dengan perubahan mooddari depresi ke mania.
Penelitian kecil ini melibatkan sembilan perempuan penderita bipolar dengan masa depresi. Sebelumnya, subjek tidak menunjukkan respon yang bagus dengan terapi konvensional. Kelompok perempuan berada dalam kotak yang diberi paparan sinar selama 15,30, dan 45 menit tiap hari selama dua minggu. Empat orang mendapat sinar pada pagi hari, sedangkan sisanya mendapat sinar pada siang hari. Sebanyak empat yang lain mendapat perawatan sinar matahari pagi, tiga di antaranya mengalami sedikit perbaikan gejala seperti perasaan sensitif, ingin tidur, cemas, dan tidak bergairah. Adapun, pasien yang mendapat sinar saat siang hari menunjukkan respon yang lebih stabil.
“Sehingga peneliti memindahkan semua subjek untuk mendapatkan paparan sinar pada siang hari. Enam dari sembilan pasien mengalami penurunan gejala karena merasakan manfaat dari terapi sinar,” ujar peneliti dari University of Pittsburgh Medical Center, Pennsylvania Dr Dorothy Sit seperti dikutip Reuters.
Tantangan terapi Gangguan Bipolar
- Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit pada gangguan Bipolar
- Angka ketiadakpatuhan sangat tinggi
- Permsalahan efekasi baik pada peiode akut dan jangkqa panjang termsuk dorongan bunuh diri
- Adaya penyakit yang menyerta
Tujuan Management terapi Gangguan Bipolar.
- Menurunkan angka kesakitan dan kematian
- Mempertahakan terapi yang efektif
- Meningkatkan kepatuhan pasien
- Memberikan arahan dan didikan kepada pasien dan keluarga
Tujuan terapi Gagguan Bipolar adalah mengatasi gejala akut.gejala sisa dan mempertahankan remisi & mencegah kekambuhan.